Penulis : Daniel Wesly Rudolf
JAKARTA--MICOM: Juru Bicara LPI, Abi Hasantoso, menyangsikan kebenaran surat FIFA yang memerintahkan PSSI menindak tegas seluruh perangkat Liga Primer Indonesia. Jika pun ada sanksi, LPI akan membela sepenuhnya.
Penegasan Abi tersebut terkait dengan pernyataan Sekjen PSSI Nugraha Besoes sebelumnya. Nugraha mengatakan, PSSI mengirimkan laporan tertulis kepada FIFA perihal digelarnya LPI pada tanggal 10 Januari lalu. FIFA kemudian memberi surat jawaban keesokan harinya, tanggal 11 Januari.
"Dalam surat jawaban juga ditulis, PSSI harus segera melakukan tindakan tegas terhadap klub, pemain, wasit, dan perangkat pertandingan lain yang terdaftar dalam PSSI. Jika tidak maka persoalan ini akan dibawa pada kongres FIFA pada 1 Maret mendatang. Dan PSSI akan memberikan hukuman pada mereka (klub-klub, pemain, dan perangkat pertandingan)," ungkap Nugraha, Kamis (13/1).
Namun menurut Abi, tidak mungkin FIFA memberi jawaban begitu cepat. Apalagi tidak tertera tanda tangan pejabat FIFA pada surat tersebut.
Apalagi, PSSI telah melakukan tindakan yang melampaui wewenang. PSSI tidak etis menghubungi langsung federasi sepakbola Filipina, terkait dengan akan bergabunbgnya dua pemain Filipina, yakni Younghusband bersaudara, ke LPI.
"Itu bisa merusak hubungan antara Indonesia dengan Filipina. Karena wewenang pemerintah untuk melakukan hubungan dengan negara lain. Lagi pula, kok orang mau kerja dilarang-larang," ungkap Abi.
Mengenai LPI yang digelar secara mandiri, Abi menegaskan, "Di seluruh dunia, tidak ada kompetisi sepakbola yang menggunakan dana APBD. Tidak ada yang memakai uang rakyat. Semua kompetisi sepakbola dunia menggunakan dana dari pengusaha. Itu baru dinamakan kompetisi profesional. PSSI silakan mengecek kompetisi di Inggris dan negara-negara dunia lainnya."
Ditekankan Abi, kompetisi LPI juga telah sesuai dengan keputusan Kongres Sepakbola Nasional beberapa waktu lalu. Sehingga PSSI tidak perlu mempermasalahkan keberadaan LPI.
"Jika pun PSSI hendak menjatuhkan sanksi kepada klub-klub, pemain, dan perangkat pertandingan, LPI selaku lembaga, akan melindungi. Kami akan membela mereka. Kami telah memiliki ahli hukum terbaik di Indonesia yang memiliki link sepakbola di tingkat Internasional," ungkap Abi. (*/OL-3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar