Muchus Budi R. - detiksport
Solo - Menjelang Kongres PSSI bulan depan semakin kencang suara anti Nurdin Halid yang dinilai merusak tatanan organisasi. Karena itu pengurus-pengurus cabang akan menggalang koalisi menolak Nurdin.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua (non-aktif) Pengcab PSSI Kota Surakarta yang juga Ketua Umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo. Secara terbuka ia menyebut Nurdin dan kelompoknya sebagai biang kerok kemorosotan mutu dan moral persepakbolaan nasional.
Dipaparkannya, walaupun semula dinyatakan hanya mengagendakan evaluasi kerja 2010 dan rencana 2011, Kongres PSSI di Bali beberapa waktu ternyata juga dijadikan kesempatan Nurdin Cs untuk mendesain keputusan tentang pemilik suara dalam kongres pemilihan ketua umum baru di Pulau Bintan, 19 Maret mendatang.
"Statuta PSSI yang direkayasa adalah nyata-nyata pembajakan Nurdin Cs terhadap PSSI. Pengcab hanya didudukkan sebagai peninjau, padahal dalam sejarahnya suara Pengcab adalah pemilik sah PSSI. Nurdin tak layak lagi memimpin PSSI. Siapapun boleh naik menjadi ketua umum PSSI, asal bukan Nurdin Halid," ujar Rudy, kepada wartawan di Solo, Jumat (4/2/2011).
Selain persoalan tersebut, Nurdin juga akan terus dipersoalkan perihal isu suap dalam pertandingan final Piala AFF beberapa waktu lalu. Nurdin juga akan terus dipersoalkan perihal pembekuan kepengurusan Pengcab PSSI Kota Surakarta seiring kontroversi LPI. Rudy menilai SK pembekuan itu ilegal karena hanya ditandatangani ketua umum tanpa disertai tanda tangan sekjen.
Karena itu Rudy mengaku telah menggalang kekuatanpengcab dari berbagai daerah untuk menolak Nurdin Halid kembali memimpin PSSI. Ditegaskannya, saat ini seluruh Pengcab PSSI di wilayah Surakarta dan sebagian besar pengcab di Jateng telah sepakat menolak Nurdin. Penggalangan akan semakin meluas ke seluruh tanah air.
"Penggalangan suara di luar sudah semakin bulat. Lebih baik Nurdin segera menyadari kondisinya sebagai orang yang telah tidak dikehendaki. Kami akan terus mendesakkan kepada peserta kongres untuk realistis tidak memilih Nurdin dan uangnya. Sebab ke depan hadangan untuk Nurdin akan semakin keras dan membesar," lanjut wakil walikota Surakarta tersebut.
Lebih lanjut, Rudy juga menegaskan dirinya bertekad tidak akan datang ke Bintan. Alasannya dia menolak kekuatannya dikebiri hanya sebatas sebagai peninjau. Selain itu dia tidak ingin dicitrakan telah menerima uang Nurdin karena datang ke arena kongres.
"Kondisi cuaca saat ini juga kurang baik untuk perjalanan laut. Padahal satu-satunya jalan menuju Bintan melalui laut," demikian Rudy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar